in "PERILAKU ORGANISASI KONTEMPORER: Perspektif Modern untuk Organisasi Berkelanjutan dan Kompetitif"
Pertumbuhan teknologi digital yang eksplosif telah mengubah cara kita hidup secara fundamental, termasuk cara kita berkomunikasi, berbagi informasi, mengakses hiburan, dan berbelanja. Saat ini, kita telah memasuki era Internet of Things (IoT), yaitu sebuah lingkungan global di mana segala sesuatu dan setiap orang saling terhubung secara digital antara satu sama lain. Di era digital ini, teknologi modern dan komunikasi secara dramatis telah meningkatkan aktivitas masyarakat dan mendatangkan tuntutan yang sangat tinggi dari berbagai kelompok, baik itu dari kalangan individu maupun profesional bisnis. Perubahan ini telah melahirkan generasi konsumen baru yang dikenal sebagai konsumen "selalu terhubung" (always-on consumer) dan "penduduk asli digital" (digital native) yang tumbuh dengan akses 24/7 terhadap ponsel pintar dan media sosial. Menghadapi pergeseran era konsumen yang sangat masif ini, paradigma organisasi harus bergeser dari cara-cara tradisional menuju transformasi digital. Transformasi digital dapat didefinisikan sebagai proses pemikiran ulang tentang bagaimana organisasi menggunakan teknologi, sumber daya manusia, dan proses operasional untuk menyelesaikan berbagai pekerjaannya. Teknologi internet telah terbukti mampu memperbaiki proses bisnis di berbagai sektor, yang mencakup perusahaan berskala kecil hingga perusahaan berskala besar. Sebagai ilustrasi nyata, data di Indonesia pada tahun 2022 menunjukkan bahwa 32,23% pengusaha telah mengadopsi teknologi internet untuk pemasaran, dan sekitar 90% organisasi ecommerce sangat mengandalkan pesan instan untuk menjalankan kegiatan operasional serta transaksinya demi mendorong peningkatan penjualan.


