Friday, August 21, 2020

ABSTRAK dalam tulisan penelitian (bidang ilmu Manajemen)

Abstrak harus merangkum keseluruhan isi penelitian secara padat, jelas, dan informatif (biasanya 150–250 kata). Berikut adalah poin-poin krusial yang wajib ada dalam abstrak penelitian, disusun secara urut:

1) Latar Belakang Masalah (Fenomena/Gap): Bagian ini menjelaskan secara singkat mengapa penelitian ini perlu dilakukan.

  • Isi: Sebutkan fenomena bisnis yang terjadi atau kesenjangan (gap) antara teori dan fakta di lapangan.
  • Contoh: "Penurunan kinerja karyawan pasca-pandemi..." atau "Pergeseran perilaku konsumen ke belanja online yang masif..."

2)  Tujuan Penelitian: Jelaskan apa yang ingin dicapai melalui penelitian ini.

  • Isi: Pernyataan langsung mengenai variabel apa yang diuji atau dianalisis.
  • Contoh: "Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work from Home dan Burnout terhadap Kinerja Karyawan."

3) Metodologi Penelitian: Ini adalah bagian teknis yang sangat penting dalam skripsi Manajemen untuk memvalidasi hasil.

  • Jenis Penelitian: Kuantitatif (statistik) atau Kualitatif (wawancara/studi kasus).
  • Populasi & Sampel: Siapa subjeknya dan berapa jumlah sampelnya.
  • Teknik Pengumpulan Data: Kuesioner, wawancara, atau data sekunder (Laporan Keuangan).
  • Teknik Analisis: Alat yang digunakan (misalnya: Regresi Linear Berganda dengan SPSS, SEM-PLS, atau Analisis Rasio Keuangan).

4) Hasil Penelitian (Findings): Bagian inti dari abstrak. Sampaikan temuan utama tanpa perlu menjabarkan angka statistik yang terlalu mendetail.

  • Isi: Menjawab hipotesis. Variabel mana yang berpengaruh signifikan dan mana yang tidak.
  • Contoh: "Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work from Home berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja, sedangkan Burnout berpengaruh negatif..."

5). Implikasi Manajerial & Kesimpulan: Kekhasan skripsi Manajemen adalah adanya Implikasi Manajerial. Apa gunanya hasil ini bagi perusahaan/manajer?

  • Isi: Rekomendasi praktis singkat bagi perusahaan atau kontribusi teoritis.
  • Contoh: "Implikasi dari penelitian ini menyarankan agar manajemen perusahaan menyusun kebijakan jam kerja yang fleksibel untuk mengurangi tingkat burnout."

Contoh Penerapan (Simulasi Abstrak)

Berikut adalah ilustrasi bagaimana poin-poin di atas digabungkan menjadi satu paragraf (Tema: Pemasaran):

(1. Latar Belakang) Meningkatnya persaingan industri kopi kekinian menuntut perusahaan untuk menciptakan loyalitas pelanggan yang kuat. (2. Tujuan) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Image dan Service Quality terhadap Customer Loyalty dengan Customer Satisfaction sebagai variabel intervening pada Kedai Kopi X. (3. Metode) Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pelanggan aktif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS). (4. Hasil) Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Image dan Service Quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer Satisfaction. Namun, Brand Image tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Customer Loyalty kecuali dimediasi oleh kepuasan pelanggan. (5. Implikasi) Manajemen disarankan untuk fokus pada peningkatan standar pelayanan (SOP) guna meningkatkan kepuasan yang pada akhirnya membentuk loyalitas.

Kata Kunci: Brand Image, Service Quality, Customer Satisfaction, Customer Loyalty

 

Tips Tambahan:

  • Kata Kunci (Keywords): Sertakan 3-5 kata kunci di bawah abstrak. Pilih kata yang paling sering muncul dan menjadi variabel utama.
  • Tenses: Gunakan bahasa Indonesia yang baku (EYD). Jika diminta versi Bahasa Inggris, gunakan Past Tense untuk metodologi dan hasil yang sudah terjadi, serta Present Tense untuk fakta umum.
  • Tanpa Singkatan: Hindari menggunakan singkatan yang tidak umum kecuali sudah dijelaskan kepanjangannya.

 .mr.


Friday, June 26, 2020

Landasan Teori


Definisi Teori: adalah seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang tersusun sistematis untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.
Fungsi Teori: teori berfungsi untuk memperjelas masalah, memprediksi, dan sebagai dasar perumusan hipotesis (bukan sekadar coba-coba/ trial and error).


Jenis Hipotesis: terdapat tiga jenis utama hipotesis berdasarkan tingkat eksplanasinya:

#. Deskriptif: Dugaan tentang nilai satu variabel mandiri.

#. Komparatif: Dugaan perbandingan nilai variabel pada sampel yang berbeda.

#. Asosiatif (Hubungan): Dugaan hubungan/pengaruh antar variabel.


Hipotesis Nol (Ho) dan Alternatif (Ha): konsep Ho (tidak ada perbedaan/hubungan) dan Ha (ada perbedaan/hubungan) sebagai dasar pengujian statistik.
Pentingnya Variabel: langkah awal sebelum mencari teori adalah menetapkan variabel penelitian. 


1. Konsep (Concept)
  • Pengertian: Konsep adalah gagasan abstrak atau generalisasi yang dibentuk dari pengalaman atau pengamatan terhadap objek, kejadian, atau hubungan tertentu. Ini adalah "bahan dasar" atau blok pembangun dari sebuah teori.
  • Fungsi: Konsep membantu kita untuk mengkategorikan dan menyederhanakan realitas yang kompleks menjadi label yang dapat dipahami.
  • Contoh: "Motivasi", "Kepuasan", "Loyalitas", "Kinerja". Ini semua adalah konsep. Kita tidak bisa melihat "motivasi" secara fisik berjalan di jalanan, tetapi kita memiliki gagasan abstrak tentang apa itu motivasi berdasarkan perilaku yang kita amati.

2. Definisi (Definition)
  • Pengertian: Definisi adalah pernyataan yang menjelaskan makna dari suatu konsep atau istilah. Dalam penelitian, definisi sangat krusial untuk memastikan kesamaan pemahaman antara peneliti dan pembaca.
  • Jenis Definisi dalam Penelitian:
  1. Definisi Konseptual: Menjelaskan makna konsep secara abstrak/teoretis (seperti dalam kamus). Contoh: "Motivasi adalah dorongan internal untuk bertindak."
  2. Definisi Operasional: Menjelaskan bagaimana konsep tersebut diukur atau diamati secara nyata dalam penelitian. Contoh: "Motivasi diukur dengan skor jawaban responden pada kuesioner tentang keinginan untuk bekerja lembur."
  • Setiap variabel harus didefinisikan secara jelas berdasarkan teori (deskripsi teori) agar tidak terjadi salah tafsir dan untuk memudahkan penyusunan instrumen.

3. Proposisi (Proposition)
  • Pengertian: Proposisi adalah pernyataan logis yang menjelaskan hubungan antara dua konsep atau lebih. Proposisi masih berada pada tataran abstrak atau konseptual dan belum tentu siap untuk diuji secara langsung.
  • Ciri Utama: Menyatakan hubungan kausalitas (sebab-akibat) atau korelasi antar konsep.
  • Perbedaan dengan Hipotesis: Proposisi menghubungkan konsep dengan konsep (abstrak), sedangkan hipotesis menghubungkan variabel dengan variabel (operasional/dapat diuji).
  • Contoh Proposisi: "Kepuasan pelanggan berhubungan positif dengan loyalitas pelanggan." (Masih abstrak).
  • Contoh Hipotesis (turunan dari proposisi): "Semakin tinggi skor kepuasan pelanggan, semakin tinggi frekuensi pembelian ulang mereka." (Sudah operasional/terukur).